LAPORAN PRAKTIKUM
Mengidentifikasi
Sifat fisika Tanah
Kadar Air Tanah
Disusun
oleh:
Setyo
Dwi Azhari
15711061
PROGRAM
STUDI PRODUKSI TANAMAN PANGAN
JURUSAN
BUDIDAYA TANAMAN PANGAN
POLITEHNIK
NEGERI LAMPUNG
BANDAR
LAMPUNG
TAHUN
2015
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Tanah adalah tempat tumbuh tanaman, yang
terdapat pada kulit bumi yang tersusun dari bahan mineral sebagai hasil
pelapukan bebatuan dan bahan organik sebagi hasil pelapukan sisa-sisa tanaman,
dan memiliki sifat sifat tertentusebagai akibat pengaruh iklim. Smua mahluk
yang ada di bumi sangat bergantung pada tanah oleh karena itu kita harus
menjaga dan melestarikannya
Tanah mempunyai peranan yang sangat
penting dalam siklus hidrologi, kondisi tanah sangat menentukan jumlah air yang
masuk dalam tanah dan mengalir pada permukaan tanah. Jadi tidak hanya berperan
sebagai tempat tumbuh tanaman tetapi juga sebagi media pengatur air.
Dalam kegiatan mengidentifikasi sifat
fisika tanah, penting mengetahui kadar air tanah atau penetapan kadar air
tanah.karena sebagian besar air yang di ambil oleh tanaman berasal dari tanah
air itu disebut dengan air tanah. Dan air tanah berfungsi sebagai pelarut bahan
kimia atau unsure hara yng di butuhkan oleh tanaman.
B. Tujuan
Menentukan kadar air tanah untuk
mengetahui seberapa besar tanah dapat menympan air pada contoh sempel tanah.
TINJAUAN
PUSTAKA
Air yang terdapat
di dalam tanah Andisol ditahan (diserap) oleh massa tanah tertahan oleh lapisan kedap air atau
karena keadaan drainase yang kurang
baik.Baik kelebihan air ataupun kekurangan air dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.Kadar air selalu
berubah sebagai respon terhadap faktor-faktor lingkungan dan gaya
gravitasi. Karena itu contoh tanah dengan
kadar air harus disaring, diukur, dan biasanya contoh tanah akan dianalisis
untuk penerapan suatu sifat.
Kadar air tanah
dinyatakan dalam persen volume yaitu persentase volume air terhadap volume
tanah. Cara ini mempunyai keuntungan karena dapat memberikan gambaran tentang
ketersediaan air bagi tanaman pada volume tanah tertentu. Cara penetapan kadar
air dapat dilakukan dengan sejumlah tanah basah dikering ovenkan dalam oven
pada suhu 1000 C – 1100 C untuk waktu tertentu.
Air yang hilang karena pengeringan merupakan sejumlah air yang terkandung dalam
tanah tersebut.
Air irigasi yang
memasuki tanah mula-mula menggantikan udara yang terdapat
dalam pori makro dan kemudian pori mikro. Jumlah air yang
bergerak melalui tanah berkaitan dengan ukuran pori-pori pada tanah. Air
tambahan berikutnya akan bergerak ke bawah melalui proses penggerakan air
jenuh. Penggerakan air tidak hanya terjadi secara vertikal tetapi juga
horizontal. Gaya gravitasi tidak berpengaruh terhadap penggerakan
horizontal (Hakim, dkk, 1986).
Menurut Hanafiah (2007) bahwa koefisien air tanah yang merupakan koefisien yang menunjukkan potensi ketersediaan air tanah untuk mensuplai kebutuhan tanaman, terdiri dari:
1. Jenuh atau retensi maksimum, yaitu kondisi di mana
seluruh ruang pori tanah terisi oleh air.
2. Kapasitas lapang adalah kondisi dimana tebal
lapisan air dalam pori-pori tanah mulai menipis,sehingga tegangan
antarair-udara meningkat hingga lebih besar dari gaya gravitasi.
3. Koefisien layu (titik layu permanen) adalah kondisi
air tanah yang ketersediaannya sudah lebih rendah ketimbang kebutuhan tanaman
untuk aktivitas,danmempertahankan turgornya.
4. Koefisien Higroskopis adalah kondisi di mana air tanah
terikat sangat kuat oleh gayamatrik tanah.
Kemampuan tanah
menahan air dipengaruhi antara lain oleh tekstur tanah. Tanah-tanah bertekstur
kasar mempunyai daya menahan air lebih kecil daripada tanah bertekstur halus.
Oleh karena itu, tanaman yang ditanam pada tanah pasir umumnya lebih mudah
kekeringan daripada tanah-tanah bertekstur lempung atau liat. Kondisi kelebihan
air ataupun kekurangan air dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Ketersediaan
air dalam tanah dipengaruhi: banyaknya curah hujan atau air irigasi, kemampuan
tanah menahan air, besarnya evapotranspirasi (penguapan langsung melalui tanah
dan melalui vegetasi), tingginya muka air tanah, kadar bahan organik tanah,
senyawa kimiawi atau kandungan garam-garam, dan kedalaman solum tanah atau
lapisan tanah (Madjid, 2010).
Air mempunyai beberapa fungsi penting
dalam tanah. Air penting dalam pelapukan mineral dan bahan organik, yaitu
reaksi yang menyiapkan hara larut bagi pertumbuhan tanaman. Air berfungsi
sebagai media gerak hara ke akar-akar tanaman. Akan tetapi, bila air terlalu
banyak, hara-hara dapat hilang tercuci dari lingkungan perakaran atau bila
evaporasi tinggi, garam-garam terlarut mungkin terangkut ke lapisan atas tanah
dan kadang-kadang tertimbun dalam jumlah yang dapat merusak tanaman. Air yang
berlebihan juga membatasi pergerakan udara di dalam tanah, dan merintangi akar
tanaman memperoleh oksigen (O2). Oleh karena itu, air dapat berguna
atau merugikan bagi pertumbuhan tanaman, tergantung pada jumlah air yang ada
dalam tanah. Air juga berpengaruh
penting pada sifat
fisik tanah. Kandungan
air dalam tanah sangat berpengaruh pada konsistensi tanah, dan kesesuaian
tanah untuk diolah. Begitu pula variasi kandungan air mempengaruhi daya dukung
tanah.
Kandungan air tanah dapat ditentukan
dengan beberapa cara. Sering dipakai istilah-istilah nisbih, seperti basah dan
kering. Kedua-duanya adalah kisaran yang tidak pasti tentang kadar air sehingga
istilah jenuh dan tidak jenuh dapat diartikan yang penuh terisi dan yang
menunjukkan setiap kandungan air dimana pori-pori belum terisi penuh. Jadi yang
dimaksud dengan kadar air tanah adalah jumlah air yang bila dipanaskan dengan
oven yang bersuhu 105oC hingga diperoleh berat tanah kering yang
tetap.
Berdasarkan gaya yang bekerja pada air
tanah yaitu gaya adhesi, kohesi dan gravitasi, maka air tanah dibedakan
menjadi: air higroskopis,air kapiler dan air gravitasi.
1.
Air
Higroskopis
Air higroskopis adalah air yang
diadsorbsi oleh tanah dengan sangat kuat, sehingga tidak tersedia bagi tanaman.
Jumlahnya sangat sedikit dan merupakan selaput tipis yang menyelimuti agregat
tanah. Air ini terikat kuat pada matriks tanah .
2. Air Kapiler
Air kapiler merupakan air tanah yang ditahan akibat adanya gaya kohesi dan adhesi yang lebih kuat dibandingkan gaya gravitasi Air ini bergerak ke samping atau ke atas karena gaya kapiler. Air kapiler ini menempati pori mikro dan dinding pori makro.
Air kapiler merupakan air tanah yang ditahan akibat adanya gaya kohesi dan adhesi yang lebih kuat dibandingkan gaya gravitasi Air ini bergerak ke samping atau ke atas karena gaya kapiler. Air kapiler ini menempati pori mikro dan dinding pori makro.
2.
Air
gravitasi
Air gravitasi merupakan air yang tidak
dapat ditahan oleh tanah, karena mudah meresap ke bawah akibat adanya gaya
gravitasi. Air gravitasi mudah hilang dari tanah dengan membawa unsur hara
seperti N, K, Ca sehingga tanah menjadi masam dan miskin unsur hara.
METODEOLOGI
A.
Waktu
Dan Tempat
Waktu
·
Waktu
kami mengambil sampel
tanah adalah pada hari senin tanggal 21 september 2015.
·
Dan pada waktu pengovenan pada hari senin tanggal 26 -27
Oktober 2015 tepat nya jam 09.00 Wib
Tempat
Temat
kami melakukan penelitian adalah bertempat di kampus polinela, tepatnya di
Labolatorium tanah
B.
ALAT
DAN BAHAN
Alat
·
Oven,
·
neraca
analitik,
·
Cawan
Bahan
Contoh
tanah
C.
Prosedur
Kerja
·
Ambil sampel tanah secukup nya .
·
Timbang Cawan (misal a gram)
·
Tanah di masukan ke cawan dan ditimbang (misal b gram)
·
Masukan contoh tanah beserta cawan nya ke dalam oven, dan
di setel suhunya pada 1050 untuk
selama 24 jam.
·
Setelah 24 jam ambil contoh tanah dan segera di masukan
ke dalam dexicator.
·
Setelah dingin lakukan penimbangan (misal c gram) dan
tentukan kadar air nya.
HASIL PRAKTIKUM DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan
No. Kelompok
|
Berat Cawan
|
Berat cawan+tanah basah
|
Berat cawan+tanah kering
|
KA
|
Kelompok 1
|
8,4 gram
|
29 gram
|
22,5 gram
|
46%
|
Kelompok
2
|
10 gram
|
40 gram
|
31,5 gram
|
39%
|
Kelompok
3
|
10,5 gram
|
36,1 gram
|
31,7 gram
|
20%
|
Kelompok
4
|
8 gram
|
38 gram
|
31 gram
|
30%
|
Kelompok
5
|
13,2 gram
|
44 gram
|
38 gram
|
24%
|
Perhitungan :
Kelompok
5
Berat
cawan dan tanah basah = 44 gram
Berat
cawan dan tanah kering = 38 gram
Berat
cawan = 13,2 gram
·
Berat basah (BB) =
berat cawan dan tanah basah – berat cawan
= 44 – 13,2
= 30,8 gram
·
Berat kering (BK) =
berat cawan dan tanah kering – berat cawan
=
38 – 13,2
=
24,8
·
KA = BB- BK x 100%
BK
= 30,8 – 24, 8 x
100%
24,8
= 6 x 100%
=24,8
= 0,24 x 100%
= 24%
A.
Pembahasan
Pada pengamatan
ini tanah yang kami gunakan adalah sampel
tanah yang telah di ambil beberapa hari sebelumnya yang kami simpan
Kelompok 1 memiliki kadar air yang paling
tinggi yaitu 46% dan kadar air yang paling rendah ialah kelompok 3 dengan hasil
peritungan memperoleh kadar air 20 % Sedangkan untuk kelompok 2 memperoleh
kadar air sebesar 39 %,kelompok 4 dengan kadar air 30%, dan kelompok 5 kadar
air nya 24%
Dan
untuk tanah yang kurang ideal untuk media tanam ialah kelompok 1 dan 2 karena
persentase kadar air yang terlalu tinggi . dan untuk kelompok 3 kurang kadar
air sehingga kurang bagus untuk tanaman untuk kelompok 4 dan 5 mendekati kadar
air yang ideal ,karena tanah yang ideal adalah tanah yang memiliki kadar air 25
%.
KESIMPULAN
Kadar
air tanah dinyatakan dalam persen volume yaitu persentase volume air terhadap
volume tanah. Cara ini mempunyai keuntungan karena dapat memberikan gambaran
tentang ketersediaan air bagi tanaman pada volume tanah tertentu.
Banyak cara dalam penetapan kadar air, dan yang kami
gunakan adalah penetapan kadar yang menggunakan metode pengovenan selama 24
jam,dengan suhu 1000 C – 1100 C,
Setelah dilakukan kegiatan praktikum dan
pembahasanya maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
kadar air tanah merupakan perbandingan berat
air yang terkandung dalam tanah dengan berat kering tanah tersebut.
DAFTAR
PUSTAKA
Gunawan, Iwan. 2015. Dasar-dasar ilmu
tanah. Bandar lampung: polinela
Best Slot Sites & Free Slots Online
ReplyDeletePlay luckyclub.live and win in the best online slot machines around. Find the best slot sites that have an exciting casino experience and a huge variety of games. Check