Tuesday, November 22, 2016

DASTAN Laporan Praktikum kadar air tanah


LAPORAN PRAKTIKUM
Mengidentifikasi Sifat fisika Tanah
Kadar Air Tanah

Disusun oleh:
Setyo Dwi Azhari
15711061

PROGRAM STUDI PRODUKSI TANAMAN PANGAN
JURUSAN BUDIDAYA TANAMAN PANGAN
POLITEHNIK NEGERI LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2015

PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Tanah adalah tempat tumbuh tanaman, yang terdapat pada kulit bumi yang tersusun dari bahan mineral sebagai hasil pelapukan bebatuan dan bahan organik sebagi hasil pelapukan sisa-sisa tanaman, dan memiliki sifat sifat tertentusebagai akibat pengaruh iklim. Smua mahluk yang ada di bumi sangat bergantung pada tanah oleh karena itu kita harus menjaga dan melestarikannya
Tanah mempunyai peranan yang sangat penting dalam siklus hidrologi, kondisi tanah sangat menentukan jumlah air yang masuk dalam tanah dan mengalir pada permukaan tanah. Jadi tidak hanya berperan sebagai tempat tumbuh tanaman tetapi juga sebagi media pengatur air.
Dalam kegiatan mengidentifikasi sifat fisika tanah, penting mengetahui kadar air tanah atau penetapan kadar air tanah.karena sebagian besar air yang di ambil oleh tanaman berasal dari tanah air itu disebut dengan air tanah. Dan air tanah berfungsi sebagai pelarut bahan kimia atau unsure hara yng di butuhkan oleh tanaman.
B.     Tujuan
Menentukan kadar air tanah untuk mengetahui seberapa besar tanah dapat menympan air pada contoh sempel tanah.



TINJAUAN PUSTAKA
Air yang terdapat di dalam tanah Andisol ditahan (diserap) oleh massa  tanah tertahan oleh lapisan kedap air atau karena keadaan drainase yang kurang baik.Baik kelebihan air ataupun kekurangan air dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.Kadar air selalu berubah sebagai respon terhadap faktor-faktor lingkungan dan gaya gravitasi. Karena itu contoh tanah dengan kadar air harus disaring, diukur, dan biasanya contoh tanah akan dianalisis untuk penerapan suatu sifat.

Kadar air tanah dinyatakan dalam persen volume yaitu persentase volume air terhadap volume tanah. Cara ini mempunyai keuntungan karena dapat memberikan gambaran tentang ketersediaan air bagi tanaman pada volume tanah tertentu. Cara penetapan kadar air dapat dilakukan dengan sejumlah tanah basah dikering ovenkan dalam oven pada suhu 1000 C – 1100 C untuk waktu tertentu. Air yang hilang karena pengeringan merupakan sejumlah air yang terkandung dalam tanah tersebut.

Air irigasi yang memasuki tanah mula-mula menggantikan udara yang terdapat dalam pori makro dan kemudian pori mikro. Jumlah air yang bergerak melalui tanah berkaitan dengan ukuran pori-pori pada tanah. Air tambahan berikutnya akan bergerak ke bawah melalui proses penggerakan air jenuh. Penggerakan air tidak hanya terjadi secara vertikal tetapi juga horizontal. Gaya gravitasi tidak berpengaruh terhadap penggerakan horizontal (Hakim, dkk, 1986).  

  Menurut Hanafiah (2007) bahwa koefisien air tanah yang merupakan koefisien yang menunjukkan potensi ketersediaan air tanah untuk mensuplai kebutuhan tanaman, terdiri dari:
1.      Jenuh atau retensi maksimum, yaitu kondisi di mana seluruh ruang pori tanah terisi oleh air.
2.       Kapasitas lapang adalah kondisi dimana tebal lapisan air dalam pori-pori tanah mulai menipis,sehingga tegangan antarair-udara meningkat hingga lebih besar dari gaya gravitasi.
3.      Koefisien layu (titik layu permanen) adalah kondisi air tanah yang ketersediaannya sudah lebih rendah ketimbang kebutuhan tanaman untuk aktivitas,danmempertahankan turgornya.
4.      Koefisien Higroskopis adalah kondisi di mana air tanah terikat sangat kuat oleh gayamatrik tanah.

Kemampuan tanah menahan air dipengaruhi antara lain oleh tekstur tanah. Tanah-tanah bertekstur kasar mempunyai daya menahan air lebih kecil daripada tanah bertekstur halus. Oleh karena itu, tanaman yang ditanam pada tanah pasir umumnya lebih mudah kekeringan daripada tanah-tanah bertekstur lempung atau liat. Kondisi kelebihan air ataupun kekurangan air dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Ketersediaan air dalam tanah dipengaruhi: banyaknya curah hujan atau air irigasi, kemampuan tanah menahan air, besarnya evapotranspirasi (penguapan langsung melalui tanah dan melalui vegetasi), tingginya muka air tanah, kadar bahan organik tanah, senyawa kimiawi atau kandungan garam-garam, dan kedalaman solum tanah atau lapisan tanah (Madjid, 2010).

Air mempunyai beberapa fungsi penting dalam tanah. Air penting dalam pelapukan mineral dan bahan organik, yaitu reaksi yang menyiapkan hara larut bagi pertumbuhan tanaman. Air berfungsi sebagai media gerak hara ke akar-akar tanaman. Akan tetapi, bila air terlalu banyak, hara-hara dapat hilang tercuci dari lingkungan perakaran atau bila evaporasi tinggi, garam-garam terlarut mungkin terangkut ke lapisan atas tanah dan kadang-kadang tertimbun dalam jumlah yang dapat merusak tanaman. Air yang berlebihan juga membatasi pergerakan udara di dalam tanah, dan merintangi akar tanaman memperoleh oksigen (O2). Oleh karena itu, air dapat berguna atau merugikan bagi pertumbuhan tanaman, tergantung pada jumlah air yang ada dalam tanah. Air  juga  berpengaruh  penting  pada  sifat  fisik  tanah.  Kandungan  air dalam tanah sangat berpengaruh pada konsistensi tanah, dan kesesuaian tanah untuk diolah. Begitu pula variasi kandungan air mempengaruhi daya dukung tanah.

Kandungan air tanah dapat ditentukan dengan beberapa cara. Sering dipakai istilah-istilah nisbih, seperti basah dan kering. Kedua-duanya adalah kisaran yang tidak pasti tentang kadar air sehingga istilah jenuh dan tidak jenuh dapat diartikan yang penuh terisi dan yang menunjukkan setiap kandungan air dimana pori-pori belum terisi penuh. Jadi yang dimaksud dengan kadar air tanah adalah jumlah air yang bila dipanaskan dengan oven yang bersuhu 105oC hingga diperoleh berat tanah kering yang tetap.

Berdasarkan gaya yang bekerja pada air tanah yaitu gaya adhesi, kohesi dan gravitasi, maka air tanah dibedakan menjadi: air higroskopis,air kapiler dan air gravitasi.
1.      Air Higroskopis
Air higroskopis adalah air yang diadsorbsi oleh tanah dengan sangat kuat, sehingga tidak tersedia bagi tanaman. Jumlahnya sangat sedikit dan merupakan selaput tipis yang menyelimuti agregat tanah. Air ini terikat kuat pada matriks tanah .
2.     Air Kapiler
Air kapiler merupakan air tanah yang ditahan akibat adanya gaya kohesi dan adhesi yang lebih kuat dibandingkan gaya gravitasi Air ini bergerak ke samping atau ke atas karena gaya kapiler. Air kapiler ini menempati pori mikro dan dinding pori makro.
2.      Air gravitasi
Air gravitasi merupakan air yang tidak dapat ditahan oleh tanah, karena mudah meresap ke bawah akibat adanya gaya gravitasi. Air gravitasi mudah hilang dari tanah dengan membawa unsur hara seperti N, K, Ca sehingga tanah menjadi masam dan miskin unsur hara.
METODEOLOGI
A.     Waktu Dan Tempat
Waktu
·         Waktu kami mengambil sampel tanah adalah pada hari senin tanggal 21 september 2015.
·         Dan pada waktu pengovenan pada hari senin tanggal 26 -27 Oktober 2015 tepat nya  jam   09.00 Wib
Tempat
Temat kami melakukan penelitian adalah bertempat di kampus polinela, tepatnya di Labolatorium tanah
B.     ALAT DAN BAHAN
Alat
·         Oven,
·         neraca analitik,
·         Cawan
Bahan
Contoh tanah
C.     Prosedur Kerja

·         Ambil sampel tanah secukup nya .
·         Timbang Cawan (misal a gram)
·         Tanah di masukan ke cawan dan ditimbang (misal b gram)
·         Masukan contoh tanah beserta cawan nya ke dalam oven, dan di setel suhunya pada  1050 untuk selama 24 jam.
·         Setelah 24 jam ambil contoh tanah dan segera di masukan ke dalam dexicator.
·         Setelah dingin lakukan penimbangan (misal c gram) dan tentukan kadar air nya.




HASIL PRAKTIKUM DAN PEMBAHASAN
A.   Hasil Pengamatan
No. Kelompok
Berat Cawan
Berat cawan+tanah basah
Berat cawan+tanah kering
KA
Kelompok 1
8,4 gram
29 gram
22,5 gram
46%
Kelompok 2
10 gram
40 gram
31,5 gram
39%
Kelompok 3
10,5 gram
36,1 gram
31,7 gram
20%
Kelompok 4
8 gram
38 gram
31 gram
30%
Kelompok 5
13,2 gram
44 gram
38 gram
24%

Perhitungan :
Kelompok 5
Berat cawan dan tanah basah = 44 gram
Berat cawan dan tanah kering = 38 gram
Berat cawan = 13,2 gram
·         Berat basah (BB) = berat cawan dan tanah basah – berat cawan
= 44 – 13,2
= 30,8 gram

·         Berat kering (BK) = berat cawan dan tanah kering – berat cawan
= 38 – 13,2
= 24,8






·         KA   = BB- BK  x 100%
BK
= 30,8 – 24, 8  x 100%
24,8
= 6  x 100%
=24,8
= 0,24 x 100%
= 24%
A.   Pembahasan
Pada pengamatan ini tanah yang kami gunakan adalah sampel tanah yang telah di ambil beberapa hari sebelumnya yang kami simpan
 Kelompok 1 memiliki kadar air yang paling tinggi yaitu 46% dan kadar air yang paling rendah ialah kelompok 3 dengan hasil peritungan memperoleh kadar air 20 % Sedangkan untuk kelompok 2 memperoleh kadar air sebesar 39 %,kelompok 4 dengan kadar air 30%, dan kelompok 5 kadar air nya 24%
Dan untuk tanah yang kurang ideal untuk media tanam ialah kelompok 1 dan 2 karena persentase kadar air yang terlalu tinggi . dan untuk kelompok 3 kurang kadar air sehingga kurang bagus untuk tanaman untuk kelompok 4 dan 5 mendekati kadar air yang ideal ,karena tanah yang ideal adalah tanah yang memiliki kadar air 25 %.









KESIMPULAN
Kadar air tanah dinyatakan dalam persen volume yaitu persentase volume air terhadap volume tanah. Cara ini mempunyai keuntungan karena dapat memberikan gambaran tentang ketersediaan air bagi tanaman pada volume tanah tertentu.
Banyak cara dalam penetapan kadar air, dan yang kami gunakan adalah penetapan kadar yang menggunakan metode pengovenan selama 24 jam,dengan suhu 1000 C – 1100 C,          
 Setelah dilakukan kegiatan praktikum dan pembahasanya maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
 kadar air tanah merupakan perbandingan berat air yang terkandung dalam tanah dengan berat kering tanah tersebut.



DAFTAR PUSTAKA
Gunawan, Iwan. 2015. Dasar-dasar ilmu tanah. Bandar lampung: polinela

1 comment:

  1. Best Slot Sites & Free Slots Online
    Play luckyclub.live and win in the best online slot machines around. Find the best slot sites that have an exciting casino experience and a huge variety of games. Check

    ReplyDelete